Archive for the ‘kuliner’ Category

PostHeaderIcon Donat dari sang pengangguran

Mencari kesibukan disela-sela menjalani hari yang tak biasa, tanpa sekolah, bertemu sahabat, bercanda bersama, ngerjain PR, les, ekstrakurikuler, dan berbagai kegiatan padat yang biasanya membuntuti keseharianku selama masa SMA…
Tak ada kata lain yang terpikir dibenakku selain begitu cepatnya semua ini berlalu. Susah dilukiskan karena begitu indah dan bermakna. Setiap langkah, aku mendapat pelajaran dan bisa mengartikan hidup yang penuh dengan teka-teki ini…
Sekarang, Nohara jadi pengangguran. Pengangguran yang sedang menunggu untuk memulai awal baru dari kehidupan yang sebenarnya..

Dan ini lah hasilnya….
Bersama ibu dan tante yang kebetulan sedang nganggur, Nohara iseng untuk bikin donat…
Inilah resep sederhana yang Nohara pakai :

  • 1 kg tepung terigu
  • 1/2 kg kentang
  • 5 biji telur ayam
  • 2 gelas belimbing gula
  • 1  bungkus mentega (250 gram)
  • 1/2 bungkus pengembang (fermipan)
  • 1 gelas belimbing air hangat

dan beginilah caranya :

  • mentenga dan gula dikocok sampai rata
  • tambahkan telur dan kocok lagi sampai menyatu
  • tambahkan air hangat dan fermipan
  • masukkan kentang yang sudah direbus atau dikukus dan dihancurkan
  • aduk rata dengan tangan dan masukkan tepung sedikit demi sedikit sampai tidak lengket di wadah
  • siap di bentuk deh, dan diamkan selama 1/2 – 1 jam sampai donat mengembang
  • goreng dengan api sedang dan siap disajikan…

Inilah sedikit hasil gambar yang sempat diabadikan…

adonan mentega, gula, teluradonan telur, gula, mentega

ditambah  kentang dan tepungditambah kentang dan tepung

seteah dibentuksetelah dibentuk dan diamkan

saat digoreng

dan inilah hasilnya….

sederhana, sangat biasa tapi bangga bisa membuatnya dengan tangan sendiri…

PostHeaderIcon Buah Untit

Namanya memang sedikit unik. Untit, buah hutan yang tumbuh liar di hutan Kalimantan ini memang lagi musim di kota keciku Ampah. Setelah menghabiskan hari-hari baru di Ampah selama lima tahun, Senin 25 Januari 2010 kemarin adalah hari pertamaku menikmati sensasi buah untit. Itu pun karena dua temanku nekad kabur ke pasar cuma mau beli buah ini. Memang sedikit bandel sih kedua temenku itu, berani nylonong keluar sekolah. yah itu juga karena kami seharian penuh jam kosong. Tapi berkat mereka berdualah aku bisa merasakan buah untit ini dan bisa sedikit berbagi cerita dengan kalian semua. Memang tak banyak yang aku ketahui dari buah ini. Apakah ini asli buah khas Kalimantan atau bahkan banyak daerah lain yang juga memilikinya. Nama untit pun benar-benar tak ilmiah, masyarakat sekitarku aja yang memberinya gelar begitu. hmm, mungkin ada yang tahu apa nama Indonesia dari buah mini sedikit asam manis ini? atau bahkan nama ilmiahnya? sedikit ku gambarkan ya apa yang kurasain saat ku pertama kali mencicipinya. Rasanya ada asam dan manisnya. Seperti buah rambutan deh, rambutan ‘lumuan’ (bahasa gaul di Ampah) atau rambutan yang gak mengelupas, tapi ini jauh lebih kecil ukurannya. Tidak terlalu istimewa, tapi aku bangga pernah mencobanya…

harga tiga ikatnya Rp 5.000,00 aja loh dan dijamin puas nikmatinnya…

PostHeaderIcon Memulai aktivitas dengan GARIH BATANAK

Pagi ini Ampah cerah sekali. Adik-adikku sikembar, telah mandi dan bersiap-siap ke sekolah di SDN Janah Harapan kelurahan Ampah kota kabupaten Barito Timur. Sementara sang raja siang kelihatan mulai menyelinap di balik pohon jambu depan rumah, membuat mataku yang tadinya masih “kriyip-kriyip” menjadi segar tertantang untuk memulai aktivitas hari ini.

Hari ini aq masih menikmati libur karena kakak-kakak kelas XII sedang Ujian. Hari-hari liburku kuisi dengan kegiatan bersama teman-teman kelompok mading WMS, untuk persipapan mengadakan kunjungan ke LP3-Adaro Pama, salah satu perusahaan batubara terbesar di negri ini.

Kemarin kami mengadakan wawancara dengan pak Camat Dusun Tengah, seputar ,visi misi, kewilayahan, kegiatan beliau dan minta dukungan tentang rencana kegiatan kami. Kami berharap mendapat bantuan untuk ikut menggunakan bus milik perusahaan Thailindo bara pratama yang rencananya akan kami gunakan untuk kunjungan.

Pagi ini ibuku memasak garih batanak, masakan khas banjar. Ikan asin sungai digoreng, lalu dimasak santan dengan diirisi lombok besar. hmmmm nikmat sekali. Nasi hangat dari beras gunung, lauk garih batanak akan mengawali kegiatanku pagi ini.

Sebentar lagi Dani, temanku editor mading WMS akan datang. kami berdua ikut lomba “DUTA LINGKUNGAN HIDUP”  yang diadakan oleh dinas lingkungan hidup kabupaten Barito Timur. doakan ya…mudahan aq dan Dani lolos ke provinsi….

Categories

Free Google Page Rank