Archive for the ‘lingkungan hidup’ Category
Belajar Fotografi
Lama gak muncul dikarenakan *kesibukan* kuliah dan sampingan-sampingan lain, di awal tahun 2011 ini aku nongol lagi dengan hobi baru yaitu jeprat jepret. Setelah dibelikan kamera DSLR murahan sama Bokap alhasil aku sering menerobos jalanan Jogja untuk ku tangkap dengan kameraku. Inia dia beberapa hasilnya…. Read the rest of this entry »
Let's wE VotE oUr KomoDO!!!!
Hari itu tanggal 8 Juni 2009 tepatnya pukul 15.24 WIB aq dapat sms langsung dari DEPBUDPAR yang isinya kaya gini nie…”Jadikan Komodo National Park sebagai 7 keajaiban dunia, wujudkan dengan melakukan vote di http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees.”
so, aq sebagai masyarakat yang sangat mencintai alam serta seluruh isinya, aq mau mengajak temen-temen yang sempet mampir di blog ku ini untuk ikut bergabung memberikan suaranya untuk mendukung Komodo yang menjadi salah satu kebanggaan dunia ini untuk menjadi salah satu dari ketujuh keajaiban dunia….. Mari kita dukung!!!!!
Merdeka!!!!
KALAMPESU PEMBEKU KARET ALAMI
Alam Indonesia menyimpan banyak sekali kekayaan serta potensi-potensi yang belum tergali atau belum mendapatkan perhatian oleh petani karet. Tanaman Karet merupakan salah satu potensi yang dapat kita kembangkan, karena kita tahu Karet berperan penting antara lain sebagai, sumber pendapatan masyarakat, bahan baku industri dalam negeri, sumber devisa dan pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Perlu diketahui, Indonesia memiliki areal karet terluas didunia (3,3 juta ha) yang disusul oleh Thailand (2,1 juta ha) dan Malaysia (1,3 juta ha), namun produksi Indonesia (2,3 juta ton) kedua setelah Thailand (2,8 juta ton).
Rendahnya mutu produktivitas tersebut antara lain disebabkan oleh rusaknya tanaman karet, sedikitnya penggunaan bibit unggul yang baru mencapai 40% berbeda dengan Thailand yang sudah mencapai 95% klon unggul.
Rusaknya tanaman karet bisa disebabkan kondisi pohon yang sudah tua, dan proses menyadap dengan cara yang salah. Penggunaan bahan kimia yang digunakan sebagai pembeku getah karet (lateks) juga tidak kalah pentingnya. Selama ini para penyadap biasanya membekukan getah karet dengan bahan-bahan kimia seperti Tawas, Urea, dan Cuka. Padahal jika kita menggunakan bahan-bahan kimia tersebut secara terus-menerus, maka akan membuat produktivitas karet tersebut akan menurun, jika tidak memperhatikan petunjuk baku. Penggunaan bahan-bahan kimia tersebut sebenarnya sangat berbahaya bagi tubuh kita.
Berdasarkan permasalahan itu, kami melakukan beberapa penelitian dan berwawancara dengan para penyadap tentang cara untuk mengatasi pembeku lateks dari bahan kimia akhirnya kami menemukan pembeku dari bahan alami yang berasal dari tumbuhan yang hidup disekitar hutan. Beberapa tumbuhan yang telah kami uji sebagai bahan pembeku antara lain Nenas, Kalampesu, Jeruk hutan, dan buah Pengo. Beberapa tanaman tersebut banyak terdapat di pedalaman hutan Kalimantan.
Kalampesu mempunyai nama ilmiah Baccaurea lanceolata (Miq.) Mull.Arg., in DC. Prodr. 15, 2 (1866). Adapun sinonimnya adalah Adenocrepis lanceolatus (Miq.) Mull.Arg., Baccaurea glabriflora Pax & K.Hoffm., Baccaurea pyrrhodasya (Miq.) Mull.Arg., Hedycarpus lanceolatus miq., Pierardia pyrrhodasya Miq.
Di wilayah Kalimantan buah ini memiliki beberapa nama, antara lain Ampusu, Asam pauh, Buah lepasu, Buah lipau, Empawang, Kalampesu, Lampaung, Lapahung, Laptu, Lipasu, Tamasu, Tampoi.
Kalampesu/kalempesu, buah ini cocok dijadikan sebagai pembeku getah karet alternatif, karena :
- Banyak terdapat di hutan Sumatera, hutan Kalimantan, khususnya Barito Timur,
- Budidaya dapat dilakukan dari penyemaian buahnya,
- Pemeliharaannya tidak rumit,
- Buahnya cukup banyak dan tidak mengenal musim.
- Pembuatan menjadi larutan pembekunya sederhana.
- Getah karet yang dibekukan dengan buah ini baunya tidak terlalu mengganggu indera penciuman.
Cara membuat ekstrak kalampesu cukup sederhana, yaitu buah yang sudah tua diparut lalu diperas. Satu buah kalampesu ukuran sedang dan tua bisa menghasilkan ekstrak sebanyak 30 ml.
Selain mudah kita dapatkan, bahan-bahan alami juga tidak mempunyai efek samping bagi pohon-pohon karet serta aman untuk kesehatan. Dengan penggunaan bahan-bahan yang alami kita dapat mencegah terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Kita juga dapat menanamkan rasa cinta terhadap alam kita ini yang menyediakan banyak potensi yang bermanfaat bagi orang banyak.
TABEL WAKTU PEMBEKUAN 500 ml GETAH KARET
|
Volume(ml) |
ZAT PEMBEKU |
||
|
CUKA (10%) |
K. PESU |
K. PESU *) |
|
|
10 |
0,5 |
2 |
1,5 |
|
20 |
- |
1,5 |
1 |
|
30 |
- |
1 |
0,5 |
*) kalampesu yg difermentasikan dengan cara didiamkan selama 24 jam dalam wadah tertutup
Peneliti adalah pelajar SMA Negeri 1 Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. dibawah bimbingan Pak Budi Santosa
Tulisan ini saya persiapkan untuk membuat brosur guna mengikuti gelar teknologi tepat guna nasional ke-11 di riau pertengahan juni 2009 nanti. jangan diketawain ya…. masih belajar
gambar buah kalimapasu saya ambil dari sini, kameraku lagi dipinjem




