Belajar Pascal (lagi) part 1.
teringat jaman SMA dulu waktu ngerasa dipaksa sama bapak buat belajar Pascal untuk persiapan Olimpiade Sains Komputer. Waktu itu yang kebayang cuma males dan ngrasa gak tertarik untuk mendalami masalah yang satu ini.
walupun sudah pernah belajar (sangat) sedikit tapi waktu itu gak nyangka kalau aku bisa menang OSN di tingkat kabupaten. Dan sekarang lebih gak nyangkanya lagi kok harus ketemu yang satu ini di bangku kuliah. Tapi bedanya, aku lebih suka dan menikmati. Hmm…sedikit nyesel dulu gak mau belajar sungguh-sungguh, sekarang lupa deh jadinya…
Kali ini aku akan membahas sedikit tentang Free Pascal.
Free Pascal adalah kompiler 32-bit untuk prosesor i386 dan m68k. Sampai saat ini, Free Pascal mendukung sistem operasi DOS, LINUX, AMIGA (hanya versi 0.99.5), WINDOWS, FREEBSD, NETBSD, dan NETWARE. Free Pascal didesain sedemikian rupa sehingga bisa mengenali kode program yang dibuat dengan menggunakan Turbo Pascal 7.0 dan Delphi 7. Akan tetapi, dibandingkan Turbo Pascal 7.0 dan Delphi 7, Free Pascal mempunyai kelebihan, yaitu bisa bejalan di sistem operasi yang bebeda.
Untuk informasi yang lebih lengkap mengenai Free Pascal, anda bisa mengunjungi situs http://www.freepascal.org/ dan http://community.freepascal.org:10000/
IDE (Integrated Development Environment) Free Pascal menyediakan user interface yang nyaman bagi pengguna Free Pascal. IDE mengandung editor, debugger, symbol browser, dan sebagainya. IDE Free Pascal dibuat mirip dengan IDE Turbo Pascal, hal ini ditujukan agar pengguna mudah menggunakannya.
Secara umum, struktur program Pascal adalah sebagai berikut:
{judul program}
[program nama_program;]
{deklarasi}
[label deklarasi_label;]
[const deklarasi_konstanta;]
[type dekalrasi_tipe_data;]
[var deklarasi_variabel;]
[function deklarasi_fungsi;]
[procedure deklarasi_prosedur;]
{bagian_utama}
begin
[statemen;]
end.





Kata Pengunjung